Kumpulan Artikel Kesehatan dan Kecantikan Terbaru 2017

PENYAKIT STROKE

Kelumpuhan separuh badan adalah gejala yang sering disebut ’stroke’ oleh masyarakat. Padahal, gejala-gejala stroke bukan hanya kelumpuhan separuh badan. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan stroke?
Stroke terdiri dari 2 bagian besar, yaitu stroke sumbatan yang diakibatkan tersumbatnya pembuluh nadi yang membawa darah ke otak, & stroke perdarahan, yang diakibatkan oleh pecahnya pembuluh nadi di daerah otak sehingga darah tidak dapat masuk ke dalam otak.
Kedua hal ini dapat mengakibatkan kerusakan bagian dari otak menjadi rusak sehingga mengakibatkan hilangnya fungsi atau kontrol bagian tubuh yang diatur oleh bagian otak yang rusak tersebut. Misalnya, terjadinya kelumpuhan lengan atau tungkai, atau menjadi sulit berbicara. Kerusakan ini dapat menetap atau sementara, dapat juga sebagian atau seluruhnya.
Jika sumbatan atau perdarahan itu dapat secepatnya diketahui & ditangani oleh dokter, kemungkinan untuk mengembalikan aliran darah ke otak bisa dilakukan & risiko kerusakan yang ditimbulkan menjadi menurun.
Gejala-gejala dari stroke adalah:
  • Tiba-tiba terasa lemah tubuh atau tidak terasanya bagian wajah atau satu sisi bagian tubuh (lengan/tungkai)
  • Penurunan atau hilangnya penglihatan secara tiba-tiba, terutama di salah satu mata
  • Tidak bisa berbicara, sulit berkata-kata, atau tidak mengerti perkataan orang lain secara mendadak
  • Nyeri kepala yang hebat secara mendadak
  • Disertai lemah tubuh yang tidak jelas sebabnya, tiba-tiba terjatuh, berjalan menjadi tidak stabil.
Jika terjadi gejala-gejala di atas, secepatnya berobat ke unit gawat darurat RS atau ke dokter. Semakin cepat ditangani, dokter dapat menolong untuk mencegah kerusakan bagian otak lebih lanjut.
Gejala lain yang harus diwaspadai adalah ’stroke ringan’ (TIA) yang dapat menimbulkan gejala-gejala di atas dalam waktu yang singkat & membaik dengan sendirinya. Meskipun membaik dengan sendirinya, hal ini tidak boleh diabaikan karena risiko untuk terkena stroke menjadi jauh lebih besar, sehingga harus dikonsultasikan pada dokter.
Faktor-faktor risiko dari stroke adalah:
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pengerasan pembuluh nadi
  • Penyakit kencing manis (diabetes) yang tidak terkontrol
  • Kadar kolesterol darah yang tinggi- Merokok- Riwayat TIA
  • Penyakit jantungUntuk mencegah terjadinya stroke, konsultasikan dengan dokter langganan Anda.
Hal-hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke adalah:
  • Kontrol tekanan darah dengan perbaikan gaya hidup & obat anti-hipertensi
  • Hindari makanan yang mengandung kadar lemak & kolesterol tinggi, kurangi konsumsi garam, & jangan gunakan penyedap masakan (MSG)
  • Kendalikan kadar gula darah dengan perbaikan gaya hidup & obat
  • Kurangi konsumsi minuman beralkohol
  • Hentikan merokok
  • Berolahraga secara rutin
Dokter juga dapat memberikan obat-obatan yang menhindari terjadinya gumpalan darah yang dapat menyebabkan stroke sumbatan, contoh obatnya adalah Asam Asetilsalisilat dosis rendah.
Back To Top