Kumpulan Artikel Kesehatan dan Kecantikan Terbaru 2017

Kaki Sehat Tanpa Varises

Khawatirkah bila warna biru-ungu pembuluh darah ‘menghiasi’ kaki indah anda? Bukan stocking cantik berwarna ungu biru melainkan varises.

Tentu saja para wanita tidak menginginkan adanya ‘hiasan’ tersebut. Bagaimana tidak, adanya benjolan seperti kabel berwarna biru-ungu sangat mengganggu keindahan kaki. Selain itu, varises juga menimbulkan ketidaknyamanan saat bergerak atau berjalan, bahkan menimbulkan sakit. Adanya varises juga bisa menandakan adanya gangguan kesehatan yang lebih serius seperti gangguan pada pembuluh darah di tubuh.
Apakah betis Anda sering terasa sakit untuk berjalan? Apakah timbul tonjolan-tonjolan berkelok-kelok berwarna kebiru-biruan pada lapisan atas kulit betis Anda? Bila demikian, mungkin Anda menderita vena varikosa alias varises.

Banyak pendapat, varises kaki - yang banyak menyerang kaum wanita - timbul akibat melahirkan anak. Dengan kata lain, wanita yang melahirkan berisiko tinggi terkena varises. Pendapat tersebut ada benarnya. Varises kaki juga sering dihubungkan dengan orang yang banyak bekerja sambil berdiri. Selagi orang berdiri, sekali lagi ada unsur gravitasi yang menyebabkan tonus harus bekerja keras untuk mengembalikan darah ke atas. Inilah yang kemudian menimbulkan varises.
Varises
Varises merupakan suatu kondisi terjadinya pelebaran pembuluh darah, terutama pembuluh darah balik (vena). Varises bisa terjadi di bagian tubuh manapun, namun lebih banyak ditemukan di daerah betis dan kaki. Hal ini dikarenakan peningkatan tekanan pada pembuluh vena saat tubuh berdiri dan berjalan. Selain itu, kaki juga menopang berat badan.

Hal-hal ini dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah vena di bagian kaki. Tidak hanya kaki, tubuh lain bisa saja terkena varises, misalnya di sekitar anus atau disebut hemoroid (ambeien/wasir). Penyebab varises tidak diketahui secara pasti, namun kemungkinannya adalah kelemahan pada dinding vena. Lama-kelamaan, vena kehilangan kelenturannya dan akan meregang dan menjadi lebih panjang dan lebih lebar. Untuk menyesuaikan dengan ruangnya yang normal, vena yang memanjang ini menjadi berliku-liku sehingga terbentuklah varises.

Tanda-Tanda Timbulnya Varises
Perlu diketahui bahwa varises tidak menyebabkan sakit, gejala yang mungkin dirasakan yaitu vena terlihat berwarna ungu atau terlihat biru. Selain itu, vena tersimpul dan menonjol; kadang seperti kawat di kaki. Varises bisa juga terbentuk di bagian lain kaki dari paha sampai mata kaki.
Gejala yang muncul bisa meliputi:
  • Rasa sakit dan berat di kaki
  • Merasa terbakar, berdenyut, kejang otot, dan bengkak pada bagian bawah kaki
  • Rasa sakit memburuk setelah duduk atau berdiri pada waktu yang cukup lama
  • Gatal di sekitar satu atau lebih pembuluh vena
  • Luka pada kulit di sekitar mata kaki yang berarti dibutuhkan pengobatan medis karena telah terbentuk penyakit pembuluh darah yang cukup berat.

Yang Perlu Dilakukan
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat varises. Tips ini juga dapat diterapkan untuk mencegah timbulnya varises atau memperlambat terbentuknya varises.

Olah Raga
Olah raga merupakan saran yang umum dikemukakan, namun banyak penyakit yang dapat dicegah dengan berolahraga, termasuk varises. Biarkan kaki anda bergerak. Berjalan merupakan cara yang paling baik untuk memacu sirkulasi darah di kaki.

Perhatikan Pola Makan dan Berat Badan
Kelebihan berat badan bisa memberikan kontribusi tekanan yang tidak diperlukan bagi pembuluh vena. Makanan yang anda konsumsi juga berpengaruh. Konsumsilah makanan yang rendah garam dan tinggi serat untuk mencegah timbulnya simpul-simpul vena di kaki yang terbentuk akibat retensi cairan dan konstipasi/sembelit.

Pakaian
Hindari alas kaki high heels. Alas kaki rendah membuat otot betis bekerja lebih kuat, baik untuk pembuluh vena anda. Hindari penggunaan pakaian ketat di sekitar pinggang, kaki, dan paha. Pakaian yang ketat dapat menghambat aliran darah.

Meninggikan Kaki
Untuk meningkatkan sirkulasi darah di kaki, biarkan kaki anda lebih tinggi posisinya dari pada jantung. Misalnya dengan berbaring dengan kaki bertumpu pada tiga atau empat bantal.

Hindari Duduk atau Berdiri Lama
Cobalah untuk bergerak setidaknya setiap 30 menit, perubahan posisi dimaksudkan untuk mendorong aliran darah.

Hindari Duduk dengan Kaki Menyilang
Beberapa dokter percaya bahwa duduk dengan posisi ini dapat menyebabkan permasalahan sirkulasi darah.

Pencegahan Varises
Beberapa cara mencegah munculnya Varises:

  1. Untuk meningkatkan kekuatan otot kaki dan vena, lakukan olahraga yang teratur
  2. Kurangi menggunakan sepatu hak tinggi karena penggunaan otot betis menjadi tidak maksimal. Bila memang harus selalu menggunakan sepatu hak tinggi, sering istirahat dan menggerakkan kaki setiap 15 menit.
  3. Hindari berdiri terlalu lama. Bila tuntutan kerja mengharuskan anda banyak berdiri, pindahkan beban dari satu kaki ke kaki yang lainnya setiap beberapa menit.
  4. Jangan duduk sambil menyilangkan kaki terlalu lama karena dapat menghambat peredaran darah
  5. Jangan sering menggunakan pakaian ketat pada bagian pinggang, paha dan kaki
  6. Biasakan mengkonsumsi vitamin C dan E sebab baik untuk pembuluh darah.
  7. Banyak mengkonsumsi makanan berserat, buah dan sayur
  8. Kurangi konsumsi garam untuk menghindari pembengkakkan
  9. Hindari makanan pedas karena dapat merangsang pelebaran pembuluh darah
  10. Lakukan senam kaki. Sambil duduk putar pergelangan kaki searah jarum jam dan sebaliknya
  11. Angkat kaki saat beristirahat
  12. Berdiri tegak setiap 45 menit setelah anda duduk bekerja seharian
  13. Mandi dengan airpanas dan dingin bergantian sangat baik untuk peredaran darah

Tetap Sehat Menggunakan Sepatu Tinggi
Wanita aktif, menggunakan sepatu bertumit tinggi rasanya sudah menjadi kebutuhan. Pasalnya, selain membuat penampilan Anda lebih anggun, sepatu jenis juga mudah dipadu padankan dengan berbagai gaya berbusana. Namun, dari beberapa penelitian yang dilakukan, sepatu tinggi (lebih dari 5 cm) ternyata rentan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti varises dan sakit pada tulang punggung.

Mengapa demikian? Ketika menggunakan sepatu tinggi, posisi kaki Anda akan berada dalam kondisi menjinjit. Hal ini menyebabkan otot akhiles yang ada di tumit belakang dan otot betis menjadi tegang. Akibatnya, pembuluh darah akan tertekan dan memicu terjadinya varises. Selain itu, posisi kaki yang jinjit juga membuat Anda terpaksa terus menerus berdiri dengan punggung yang tegak. Padahal, bila terus menerus berdiri dengan posisi ini, bisa menimbulkan nyeri pada punggung yang tak jarang menjalar ke pinggang.

Anda tetap bisa memakai hak tinggi, asalkan mengikuti tips berikut:
Jika ingin menggunakan sepatu hak tinggi selama beberapa hari, usahakan untuk menggunakan sepatu dengan model tumit yang berbeda-beda. Bawalah juga sepatu cadangan tanpa tumit yang kemungkinan bisa Anda gunakan bila kaki sudah terasa lelah. Usahakan untuk tidak menggunakan tumit tinggi dengan penampang kecil selama berhari-hari. Berjalanlah dengan kaki telanjang di rumah atau di tempat lain yang memungkinkan.

Lakukan senam kaki dengan gerakan sebagai berikut :

Dalam posisi berdiri, angkat salah satu kaki sehingga kaki bertumpu pada jari-jari kaki. Tahan selama sepuluh hitungan, kemudian kembali ke posisi awal dan ulangi. Lakukan selama 5 menit untuk masing-masing kaki.

int

Tag : Hidup Sehat
Back To Top