Kumpulan Artikel Kesehatan dan Kecantikan Terbaru 2017

Korelasi Binatang Peliharaan dan Penyakit

London - Para pakar mengatakan memelihara seekor binatang peliharaan di rumah bisa memotong risiko alergi binatang pada anak anda.

The Sun mengatakan tidak hanya anjing dan kucing saja yang bisa meningkatkan kesehatan anda. Ada sejumlah binatang yang membantu para ilmuwan mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit termasuk diabetes, demensia dan parkinson.

Dr Samantha Wright, seorang psikolog yang mempelajari hubungan antara manusia dengan binatang peliharaan mereka, mengatakan tidak ada akhir dari manfaat potensial.

"Gagasan bahwa binatang peliharaan dan kesehatan bagus dikaitkan kembali beberapa dekade lalu. Ada banyak spesies yang bisa membantu mengembangkan pengobatan baru utnuk semua gangguan dan penyakit. Yang layak mendapat tepukan di kepala," kata Dr Wright.

Berikut ini adalah para binatang penyembuh teratas yang dipaparkan oleh Lynsey Haywood dari The Sun.

Anjing

Binatang berkaki empat itu bisa mencium penyakit kanker pada tahap awal. Dalam penelitian di Jepang, seekor Labrador diberi contoh nafas dan tinja untuk diendus, anjing itu mampu mengenali mana yang berasal dari seorang pasien kanker usus. Para ilmuwan percaya tumor yang memasukkan bau hanya anjing yang bisa mencium baunya. Dr Hideto Sonoda mengatakan riset saat ini diperlukan untuk mengembangkan "hidung elektronik anjing."

"Senyawa kimia dari bau tidak jelas. Hanya anjing yang tahu jawaban pastinya," kata Dr Sonoda.

Kelinci

Binatang yang menjadi ikon majalah Playboy itu bisa membantu mencegah kanker serviks. Satu vaksin sari penyakit ini dikembangkan setelah dua ilmuwan Inggris menemukan virus yang memicu penyakit pada kelinci selama tahun 1960-an. Vaksin itu tersedia tahun 2006 setelah 70 tahun setelah riset pada binatang itu. Pemerintah saat ini menawarkan vaksinasi bagi gadis berusia 12 hingga 13 tahun di seluruh negara.

Kucing

Kucing mengurangi risiko stroke. Berdasarkan penelitian di University of Minnesota, Amerika Serikat, orang yang memiliki kucing kecenderungan untuk mengalami serangan jantung fatal 40 persen lebih sedikit.

Peneliti Dr. Adnan Qureshi mengatakan membelai kucing tampak menurunkan stres dan rasa cemas pemilik, mengurangi kemungkinan mereka untuk mengembangkan penyakit kardiovaskuler.

"Ini membuka seluruh kesempatan baru untuk pengobatan, dan tidak seperti obat-obatan dan operasi, pemilik kucing tidak tampak memiliki risiko apapun," kata Dr. Qureshi.

Beruang

Beruang dipercaya bisa menyembuhkan jantung. Beruang hitam memperlambat detak jantung mereka 75 persen untuk memungkinkan mereka hidup tanpa air dan makanan selama hibernasi. Para ilmuwan percaya bila mekanisme itu bisa ditiru pada manusia, itu bisa menyelamatkan nyawa korban serangan jantung dan stroke dengan memberi dokter waktu lebih lama untuk melakukan pengobatan.

"Mengurangi tingkat metabolisme dan permintaan oksigen dalam jaringan manusia bisa menyelamatkan orang," kata Dr. Olvind Tolen, dari Alaska.

Marmut

Marmut bisa mengurangi asma. Berdasarkan para ilmuwan anak-anak yang tumbuh dengan binatang seperti marmut, kelinci atau hamster memiliki kemungkinan untuk mengidap asma atau alergi lebih sedikit. Para peneliti AS meneliti sekelompok anak-anak di New York dan menemukan bahwa tumbuh dalam lingkungan yang kurang steril kadang-kadang bisa meningkatkan kesehatan mereka.

"Terpapar bakteri tertentu bisa memberi anak kesempatan untuk membangun satu kekebalan," kata peneliti Matt Perzanowsky.

Ular

Reptil itu dipercaya bisa mengurangi tekanan darah. Orang yang digigit ular berbisa pingsan karena tekanan darah mereka anjlok. Para ilmuwan sudah mengembangkan versi sintesis dari senyawa yang terlibat dalam bisa ular Brasil. Dikenal sebagai penghambat ACE, senyawa itu sudah membantu jutaan orang menurunkan tekanan darah mereka, yang bisa mengurangi risiko stroke, serangan jantung dan penyakit ginjal. Ular berbisa mengandung hingga 100 senyawa berbeda, sehingga bisa mengantar pada pengobatan lain.

Lumba-lumba

Lumba-lumba membantu mengatasi penyakit diabetes. Para ilmuwan menemukan bahwa mamalia ini tahan terhadap insulin, hanya seperti beberapa penderita diabetes. Tetapi lumba-lumba hidung botol yang dipelajari oleh US National Marine Mammal Foundation mampu mengubah ketahanan ini menyala dan mati. Mereka bisa melakukan ini saat mereka makan, memungkinkan mereka untuk mengatasinya dengan protein tinggi, diet rendah karbohidrat ikan. Para periset saat ini berharap untuk menciptakan "perubahan hidup-mati" yang setara untuk manusia.

Ikan

Ikan bisa menghentikan demensia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Perancis, orang tua yang makan ikan atau masakan laut sekali seminggu kemungkinan untuk mengembangkan demensia lebih kecil. Para ilmuwan mengatakan asam lemak dalam minyak ikan membantu mengurangi peradangan di otak dan berperan dalam memperbarui sel-sel saraf. Ikan juga bisa membantu mengurangi tekanan darah anda. Sejumlah penelitian menemukan bahwa melihat mereka berenang di sekitar akuarium bisa membuat anda merasa tenang dan mengurangi perasaan cemas.

Babi

Babi bisa membantu mengatasi penyakit parkinson. Satu penelitian di AS menemukan bahwa sel-sel babi yang dicangkokkan ke dalam otak bisa membantu penderita penyakit Parkinson memulihkan mobilitas. Sel-sel yang diambil dari janin babi, babi yang belum lahir atau sedang berkembang. Tujuannya adalah sekali mereka dicangkokkan dalam otak manusia, mereka berkembang dalam sel-sel manusia dan memproduksi dopamin, seperti otak.

Dr. Curt Freed, dari University of Colorado, mengatakan itu adalah "satu pengembangan mengagumkan".(ANT)
Tag : ARTIKEL
Back To Top