Kumpulan Artikel Kesehatan dan Kecantikan Terbaru 2017

Usir Depresi Anak dengan Atur Waktu Tidurnya

Tidak hanya orang dewasa, anak remaja pun bisa juga berpotensi depresi. Biasanya beberapa hal seperti hubungan dengan teman sebaya, tugas yang berlebihan, dan kehidupan dalam keluarga menjadi faktor utama depresi mereka. Apabila ia mengalami depresi, maka akan terjadi perubahan terhadap pola pikir dan perilaku yang di luar kebiasaan. Beberapa gejalanya yakni:


1. Sering mengeluh sakit, termasuk sakit kepala, sakit perut, sakit di bagian punggung, atau lelah
2. Sulit berkonsentrasi
3. Sulit untuk membuat keputusan
4. Punya perasaan bersalah yang tidak tepat
5. Daya ingat menurun
6. Perasaan sedih, cemas, dan putus asa

Ada salah satu cara sederhana yang memungkinkan ia terhndari dari resiko depresi, yakni dengan memiliki waktu tidur yang cukup. Remaja yang tidur pada waktu tengah malam atau lebih larut, menunjukan 24% kemungkinan depresi dan 20% memiliki pemikiran bunuh diri dibandingkan dengan remaja yang tidur pada pukul 22.00 atau lebih cepat.

Selain itu, remaja yang tidur 5 jam atau kurang, menunjukkan 71% kemungkinan mengalami depresi dan 48% memiliki pemikiran bunuh diri dibandingkan dengan remaja yang tidur 8 jam di malam hari.

Remaja rata-rata membutuhkan waktu tidur sekitar 2-9 jam setiap harinya. Oleh karena itu, waktu tidur yang kurang dapat beresiko terhadap depresi. Kurang tidur dapat mempengaruhi mood dan menghambat kemampuan untuk menghadapi tekanan sehari-hari, serta berpengaruh terhadap hubungan dengan teman sebaya serta orang dewasa.
Tag : ARTIKEL
Back To Top