Kumpulan Artikel Kesehatan dan Kecantikan Terbaru 2017

Amburadul, Distribusi Obat-obatan di Indonesia

image

Seorang pakar pendidikan menyebutkan distribusi obat-obatan di Indonesia masih berlangsung acak-acakan atau tidak tertib serta siapa pun juga bisa membuat obat sehingga pendidikan apoteker menjadi hal yang sangat penting.

Karena itulah pendidikan bagi seorang calon apoteker tidak boleh dilakukan secara sembarangan, kata Pembantu Rektor I Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Jabar, Rachman Ardan di Cimahi, Selasa.

Rachman Ardan mengatakan profesi apoteker bukanlah profesi sembarangan karena menyangkut keselamatan seseorang yang sedang sakit dan membutuhkan bantuan obat-obatan. 

Oleh karena itu, posisi apoteker haruslah benar-benar diisi orang yang memiliki kompetensi dalam pembuatan obatan-obatan dan paham aturan serta mendapat pengawasan yang ketat.

Dengan begitu, proses dan distribusi pembuatan obat-obatan dapat berada di jalur yang sebagaimana mestinya.

"Berangkat dari kesadaran itulah jurusan Farmasi Unjani kami buka. Kami menganggap apoteker memiliki peranan penting dalam pembuatan dan pendistribusian obat-obatan di Indonesia. Karena saat ini distribusi pembuatan obat masih acak-acakan. Siapa pun bisa membuat obat secara bebas. Padahal aturannya tidak bisa seperti itu. Harus ada pengawasan obat dan inilah peranan apoteker dan farmasi yang sebenarnya," kata Rachman.

Ia optimis apoteker lulusan Unjani akan mampu menjadi apoteker yang bisa diandalkan serta bisa mengurangi atau meminimalisasikan berbagai kesalahan yang bisa terjadi.

Sementara itu, Sekretaris Program Profesi Apoteker ,Muharram Marzuki mengatakan setiap mahasiswa akan mendapat menerima materi yang jelas dari tenaga ahli dibidangnya serta kurikulum yang sesuai dengan perkembangan masyarakat .

Jurusan farmasi Unjani baru berdiri pada 1999 dan angkatan pertamanya diwisuda pada 2003, serta program apoteker mulai dibuka pada 2005.

Ia meyakinkan, farmasi Ujani saat ini bisa disejajarkan dengan farmasi ITB maupun Unpad.

"Dulu setelah lulus farmasi banyak mahasiswa kami yang melanjutkan ke ITB dan Unpad. Tetapi mulai 2005, Unjani membuka program apoteker. Saat ini perkembangan program apoteker sangat bagus dengan menerima mahasiswa dari banyak daerah . Setelah menyelesaikan program apoteker, mereka kembali lagi ke daerahnya seperti ada yang dari Ambon, Papua, dan daerah lainnya," kata Muharram Marzuki.

Lulusan program apoteker tidak terbatas bekerja di apotek dan puskesmas serta di rumah sakit, tapi juga menjadi tenaga pengajar di sekolah menengah kejuruan farmasi.
http://sehatnews.com
Tag : Pengobatan
Back To Top