Kumpulan Artikel Kesehatan dan Kecantikan Terbaru 2017

Infeksi Saluran Kemih Bagian Bawah

Dibanding pria, wanita lebih mudah terkena infeksi saluran kemih bagian bawah. Selain sebab saluran kemih bagian bawah wanita lebih pendek dibanding pria, muara saluran kemih wanita bertetangga dekat dengan muara vagina tempat darah haid rutin keluar, dan suasana mulut vagina yang senantiasa lembab, gampang tercemar oleh air cebokan, selain kemungkinan tercemar oleh air cebokan, selain kemungkinan tercemar pembalut wanita yang mungkin sudah tidak bersih (tidak steril).

Muara saluran kemih bagian bawah wanita bertetangga sangat dekat pula dengan liang dubur yang menyalurkan tinja. Tinja berpotensi membawa cemaran bibit penyakit juga. Dalam gambar tampak penampang organ reproduksi wanita tampak dan samping. Saluran kemih bawah berada paling atas, dan berada di atas liang vagina maupun liang dubur, serta berhulukan kandung kemih atau buli-buli.

Infeksi yang masuk dan saluran kemih bawah wanita bisa berasal dan liang dubur , atau liang vagina, dan sekitarnya. Infeksi di saluran kemih bawah dapat juga menjalar memasuki saluran kemih yang lebih atas, yang bisa sampai ke kandung kemih (vesica urinaria).

Kalau infeksi masih menjalar terus naik ke saluran kemih yang lebih atas, melalui pipa saluran kemih alit (ureter) dan akhirnya bisa tiba menginfeksi ginjal juga. Infeksi ginjal jauh lebih berat dan infeksi kemih bagian bawah. Maka sebaiknya dicegah. Selain lewat saluran kemih bagian bawah, infeksi kemih pada wanita juga bisa berasal dan kuman di usus.

Kuman yang berada di usus (umumnya jenis Escherechia coil) melalui aliran darah kuman tersangkut dan kemudian bersarang di ginjal. Jika infeksi hanya bersarang di saluran kemih bagian bawah saja, gejalanya hanya berupa anyang-anyangan. Terasa nyeri seperti disayat, dan rasa panas-perih setiap kali berkemih. Rasa tidak enak itu biasanya terasa di ujung masa berkemih. Saking nyerinya, bisa terjadi sampai-sampai pasien merasa takut berkemih, dan menahun kencingnya. Selain nyeri berkemih yang khas, adakalanya air seni berwarna air daging.

Apabila pernah infeksi saluran kemih seperti itu jangan tunda menyembuhkannya sampai tuntas sebelum rencana menikah. Karena jika infeksi tidak tuntas disembuhkan, penyakit infeksi saluran kemih akan berlangsung menahun. Bukan tak mungkin infeksi saluran kemih menahun bisa bermasalah sewaktu malam pengantin nanti.

Wanita yang pernah punya riwayat infeksi saluran kemih, berisiko untuk kambuh sehabis malam pengantin. Jika kebersihan muara saluran kemih sehabis sanggama tak terjaga, misal tidak langsung kencing begitu selesai sanggama, saat itu infeksi kemih biasanya kambuh. Begitu galibnya terjadi sepanjang kehidupan seks perkawinan.

Untuk mencegah infeksi saluran kemih bagian bawah, perlu diperhatikan kebersihan di sekitar kemaluan. Kalau bisa memilih cebok tidak menggunakan air, lebih baik memilih menggunakan tisu. Air cebok selain belum tentu bersih (steril dari bibit penyakit), juga bisa menjadikan kemaluan selalu lembab setiap habis cebok. Suasana lembab mengundang bibit penyakit, terutama jamur.

Infeksi saluran kemih juga bisa terjadi apabila kebiasaan wanita dalam berhanduk tidak tepat arahnya. Mestinya mengeringkan bagian kemaluan sehabis mandi aturannya dari arah depan (kemaluan) ke arah belakang (Hang dubur). Namun, kalau melakukannya dengan arah yang sebaliknya, dari belakang (Hang dubur) ke arah depan (kemaluan), bibit penyakit yang mungkin sudah berada di muara liang dubur akan terseret bersama handuk terbawa masuk ke liang kemih kemaluan. Dengan cara demikian liang kemih berisiko tercemar bibit penyakit yang terbawa handuk dari liang dubur.

Selain infeksi kemih, air cebok yang tidak steril (di tempat-tempat toilet dan kamar mandi umum: hotel, terminal, stasiun), airnya kemungkinan sudah tercemar pula oleh aneka bibit penyakit. Kebanyakan keputihan, selain infeksi saluran kemih pada wanita, sering tertular dari air cebok di toilet atau kamar mandi umum juga.

Bukan kejadian jarang keputihan pada wanita acap muncul akibat terlambat mengganti pembalut wanita selama hari-hari pertama haid. Pembalut yang basah, lembab, ditambah pula dengan kebiasaan cebok menggunakan air, berpotensi mengundang bibit penyakit datang ke sekitar organ kemaluan. Termasuk bibit penyakit penyebab keputihan.
Kiat Sehat Pranikah
Tag : ARTIKEL
Back To Top